Peningkatan Kompentensi Keilmuan Semester Ganjil TA. 2019/2020 Pascasarjana UIN Suska Riau

 

Pascasarja UIN Suska Riau kembali menyelenggarakan orientasi dan kuliah umum bertemakan “ Tuntutan Era Millennium dalam Timbangan Sakralitas dan Progresivitas Hukum Islam”. Kuliah umum tersebut rencananya mengahdirkan Rektor UIN Yogyakarta yaitu Prof. Drs. Yudian Wahyudi,MA., Ph.D namun karena terkendala pesawat tidak bisa mendarat di Riau maka diganti dengan  Dr. Irwandra, MA. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh mahasiswa pascasarjana UIn Suska Riau itu diselnggarakan pada Senin, tanggal 23 September 2019.

 

Pada kesempatan orientasi direktur pasacarsarja Prof. Dr. Afrizal, M. MA mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru program magister dan Doktoral yang berjumlah 187 orang yang bertempat di Grand Suka Hotel Pekanbaru.  Keseluruhan mahasiswa tersebut berasal dari berbagai propinsi seperti Batam dan dari luar negeri yaitu Malaysia. Direktur berharap mahasiswa pascasarjana bisa kuliah dengan serius dan memberikan kontribusi keilmuan nantinya setelah tamat. Di akhir sambutan beliau juga memperkenalkan ketua prodi dan sekretrasi prodi di lingkungan pascasarjana.

 

Wadir direktur pascasaraja Drs. H. Iskandar Arnel, Ph.D juga menegaskan agar mahasiswa lebih banyak membaca supaya karya tulis baik makalah kuliah, tesis dan disertasi nantinya bisa berkualitas dan jauhi copypaste  sehingga di saat tulisan di publish baik ke jurnal atau media lainnya terhindar dari plagait.

 

Kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Irwandra membahas tentang : Diskursus The Malays dan Malayness: Perspektif Hermeneutika Filosofis Gadamer” menjelaskan bahwa secara informatif-deskriptif dan sekaligus pula kritis-filosofis terhadap dua wacana utama, yaitu The Malays dan Malayness yang dalam konteks sejarah dan dinamika budaya Melayu dikesankan tumpang-tindih, sehingga kerap disalah-pahami. Penggunaan hermeneutika filosofis Gadamer sebagai media dalam menganalisis data dalam kajian ini diharapkan dapat menemukan pemahaman baru terhadap dua tema di atas, utamanya dalam konteks penguatan nilai-nilai dan pembentukan karakter yang berbasis budaya. Pencermatan dan penelaahan yang dilakukan terhadap khazanah budaya Melayu ditemukan bahwa budaya Melayu yang terbentang dalam rentang tiga masa, masa lalu, masa sekarang dan masa depan menemukan titik-pijak sebagai tempat dalam penapakan budaya, terutama setelah masuk dan berkembangnya Islam di Kepulauan Melayu-Indonesia. Titik-pijak yang dimaksud adalah “Pemuncakan Budaya” Melayu yang disebut sebagai fresh culture. “Pemuncakan Budaya” berlangsung secara berterusan dan menjejak di hampir setiap praktek kehidupan tanpa menegasikan pola kepercayaan lama (adat dan tradisi) yang terlebih dahulu masuk dan bersentuhan dengan dinamika kehidupan masyarakat.

 

Sekaligus pada saat orientasi  dibentuk Himpunan Mahasiswa Pascasarjana. Ketua terpilih adalah M. Hanafi mahasiswa S3 Pendidikan Agama Islam. Akhir dari kegiatan orientasi dan kuliah umum, direktur menambahkan bahwa perkuliahan akan dimulai awal oktober. (TIA)